Love is pain
Hanya dalam 2 bulan, aku mati rasa. Lagi dan lagi, aku membenci laki laki. Untuk kesekian kalinya lagi, aku mencintai orang yang salah. Aku , jatuh seperti batu di dalam air. Jauh kebawah, dalam, dan dingin. Seandainya aku bisa memutar waktu, ah tidak itu terlalu berbahaya,bukan aku saja yang memiliki masa depan dan masa lalu bukan?. Andaikan aku bisa menghapus sebagian memori di otak ku ini, semua tentang kita akan aku hapus. Bersih. Tak berbekas. Tapi, apalah daya hanya kekuatan hati jugalah pada akhirnya aku bisa melepasmu. Pergilah, menjauhlah kita memang ditakdirkan untuk berpisah. Bukan bersatu. Bahagialah dengan jalanmu, bahagialah. Karna walaupun mulut ini mengutuki semua perbuatan mu. Jauh didalam, dalam 5 waktuku hanya kata kata kebaikan yang aku minta ke pada Sang Pencipta. Karna , kebahagian mu adalah sebahagian dari kebahagiaan ku juga. Ayo kita berjauhan , sebelum akhirnya aku benar benar membencimu setulus aku pernah mencintaimu.
Komentar
Posting Komentar